MENGENAL SEJARAH DESAIN RUMAH MINIMALIS DI INDONESIA

Sejarah Awal dan Konsep Desain Rumah Minimalis - Desain rumah dengan gaya minimalis sudah lama ada, sehingga tidak ada gaya minimalis yang aneh yang pernah diaplikasikan pada desain rumah. Sekitar tahun 1920, desain minimalis mulai berkembang, namun tidak sepopuler hari ini. Baru pada tahun 1990 konsep yang membawa kesederhanaan ini mulai dikenal secara luas dan terus mengalami perkembangan pesat semacam itu sepuluh tahun kemudian atau pada tahun 2000.

MENGENAL SEJARAH DESAIN RUMAH MINIMALIS DI INDONESIA

Banyak orang beranggapan bahwa desain rumah minimalis adalah proyek yang akan menghasilkan bentuk rumah yang sederhana, namun tetap memiliki nilai estetika dan ruangnya lebih besar dan lebih lapang. Meski konsep sejati desain rumah minimalis tidak hanya itu.

Salah satu alasan utama munculnya desain minimalis adalah sebagai bentuk protes terhadap beberapa aliran arsitektural yang dianggap tidak berguna bila menggunakan bahan bangunan yang tidak ramah alam. Misalnya, penggunaan kayu yang berlebihan untuk bahan konstruksi atau pembuatan interior dikeluarkan dari alam, sementara manusia tidak bisa menghasilkan yang sama.

KONSEP DESAIN RUMAH MINIMALIS DI INDONESIA

Konsep model rumah minimalis mengutamakan leverage fungsi bahan bangunan dan asesoris. Konsep ini juga selalu menghindari penggunaan ornamen atau hiasan rumah yang dianggap tidak perlu. Sehingga efisiensi penggunaan bahan terbatas. Dan ini membuat tantangan bagi arsitek untuk merancang atau merancang bangunan baru. Jadi sekarang, banyak muncul ide baru yang diangkat oleh arsitektur untuk mendapatkan komposisi baru yang mampu beradaptasi dengan perkembangan jaman.

Ludwig Mies van der Rohe dan Le Corbusier adalah dua tokoh yang berperan penting dalam mempopulerkan desain rumah minimalis. Keduanya berhasil memberi warna dan pengaruh perubahan pada konsep keserderhaan, yang menjadi tujuan utama disain minimalis rumah.

Di Indonesia sendiri, konsep desain rumah minimalis juga telah mengalami banyak perkembangan begitu cepat, apalagi setelah desain yang mulia dari gaya Mediterania dan klasik mulai menurun. Namun, karena masyarakat kita tidak mengerti makna dan tujuan konsep desain minimalis ini, kebanyakan lebih suka meniru konsep minimalis yang diterapkan di Eropa dan Amerika.

Orang tidak sadar jika iklim tropis di Indonesia sangat berbeda dengan iklim di negara barat. Jadi konsekuensi yang sering timbul adalah pelacuran, terutama dalam hal anggaran yang tidak perlu. Salah satu contohnya adalah sistem pencahayaan built-in. Untuk mendapatkan hasil maksimal dari sinar matahari, pemilik minimalis mengurangi ukuran atau bahkan menghilangkan kanopi yang tidak digunakan oleh rumah minimalis Eropa.

Sementara di Indonesia panas sinar matahari lebih tinggi di banding negara-negara Eropa. Jadi efeknya adalah bahwa furnitur di rumah cepat rusak dan warnanya pun lenyap dengan cepat karena terpapar sinar matahari. Hal ini tentunya membuat biaya perawatan mahal.

0 komentar